SD NEGERI WATES 4 WEB BLOG


KOMITE SEKOLAH
Desember 7, 2007, 6:42 am
Filed under: Tidak terkategori


KURIKULUM
Desember 7, 2007, 6:40 am
Filed under: Tidak terkategori

ALAMAT :  JALAN STASIUN NOMOR 4 WATES KULON PROGO

 TELEPON : (0274) 773748 KODE POS : 55611

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KULON PROGO

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

TAHUN 2007


LEMBAR PENGESAHAN KURIKULUM

SEKOLAH DASAR NEGERI WATES IV

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KULON PROGO

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

TAHUN PELAJARAN  2007/2008

DISYAHKAN

TANGGAL : 2 JULI 2007

KEPALA SEKOLAH

Dra. SITI HIBANAH

NIP.130844055

Mengetahui

Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Kulon Progo

MUHAMMAD MASTUR, BA

NIP. 130539785

Ketua

Komite SD Wates IV

Drs. IKHSAN AHMAD

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah atas limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga Sekolah Dasar Negeri Wates IV telah dapat menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan salah satu upaya mengimplementasikan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan menjadi kegiatan pembelajaran yang operasional, siap dilaksanakan oleh sekolah,  sesuai dengan karakteristik daerah, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Wates IV disusun mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP dan model-model pembelajaran atau program yang dihasilkan oleh Pusat Kurikulum. Namun demikian, kami menyadari bahwa kurikulum ini masih belum sempurna. Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan seiring dengan terbitnya standar – standar lainnya, yaitu; Standar Proses, Standar Pendidik dan Standar Tenaga Kependidikan, Standar Penilaian Pendidikan yang merupakan sumber acuan lainnya dalam penyusunan KTSP.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2007/2008. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh staf sekolah yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk menyusun kurikulum ini, dan  juga kepada Bapak/Ibu Pengawas Sekolah yang telah melakukan pendampingan selama proses penyusunan. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk terhadap segala upaya yang kita lakukan demi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia khusunya di Sekolah Dasar Negeri Wates IV.

Wates,     Juni 2007

Kepala Sekolah

Dra. Siti Hibanah

NIP.130844055


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Pengertian

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi didik. Oleh karena itu tujuan satuan pendidikan disusun oleh satuan pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SD Negeri Wates IV Kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan Pendidikan Nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama SD Negeri Wates IV dalam mengembangkan kurikulum.

  1. Dasar / landasan
    1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ketentuan di dalam Undang – undang  Nomor 20 Tahun 2003 yang mengatur tentang KTSP adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).

  1.  
    1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 yang mengatur KTSP adalah; Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6), Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8); Pasal 8 ayat (1), (2), (3),; Pasal 10 ayat (1), (2), (3);  Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.

  1.  
    1. Standar Isi

      Standar Isi (SI) mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dan setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.

  1.  
    1. Standar Kompetensi Lulusan

      Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 tahun 2006.

  1.  
    1. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
  2. Tujuan Sekolah Dasar

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Untuk mencapai pendidikan secara umum, Kurikulum SD Negeri Wates IV dijabarkan melalui Visi, Misi, dan Tujuan.

Tujuan Sekolah 5 tahun mendatang

1.      Meningkatkan pencapaian nilai rata-rata dari 20, 66 untuk 3 mata pelajaran yang diuji secara nasional menjadi :

Tahun Pelajaran 2006/2007

Tahun Pelajaran 2007/2008

Tahun Pelajaran 2008/2009

Tahun Pelajaran 2009/2010

Tahun Pelajaran 2010/2011

: 21,15

: 21,65

: 22, 15

: 22,65

: 23, 15

2.      Meningkatkan Peringkat Sekolah

Tingkat Kecamatan harapannya

Tahun Pelajaran 2007/2008

Tahun Pelajaran 2008/2009

Tahun Pelajaran 2009/2010

Tahun Pelajaran 2010/2011

Tahun Pelajaran 2011/2012

Peringkat : 7

Peringkat : 5

Peringkat : 3

Peringkat : 2

Peringkat : 1

3.      Menjuarai lomba akademik  yang diselenggarakan tingkat kabupaten, dan tingkat provinsi.

4.      Menjuarai lomba olahraga tingkat kabupaten, provinsi

5.      Menjuarai berbagai lomba seni yang diselenggarakan oleh kabupaten

6.      Mengoptimalkan potensi keterampilan dan seni

7.      Menumbuhkembangkan penghayatan serta pengamalan ajaran agama, sehingga meningkat iman dan takwa

Tujuan sekolah 1 tahun yang akan datang

1.      Mengupayakan pencapaian nilai rata-rata UNAS dari 20, 66 menjadi 21, 15.

2.      Meningkatkan peringkat sekolah dari peringkat 7 menjadi peringkat 5

3.      Meningkatkan pembinaan tim olahraga

4.      Mengembangkan kegiatan seni musik tradisional (karawitan, seni tari dan musik patrol)

5.      Mengembangkan kegiatan keagamaan dan mengikuti lomba keagamaan

  1. Prinsip Pengembangan
    1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dari lingkungan.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan peserta didik memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada pesera didik.

  1.  
    1. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karateristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat status sosial ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi komponen muatan wajib, muatan lokal dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterikatan dan kesinambangan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

  1.  
    1. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.

  1.  
    1. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikum melibatkan Stakeholder, untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan dunia kerja. Oleh Karena itu pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional mesti dikembangkan.

  1.  
    1. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar sesama jenjang pendidikan.

  1.  
    1. Belajar sepanjang hayat

      Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik agar mampu dan mau belajar sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

  1.  
    1. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan membudayakan sejalan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. Prinsip Pelaksanaan
    1. Pelaksanaan kurikulum

      Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Pesera didik harus mendapatkan pelajaran pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengapresiasikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

  1.  
    1. Keragaman potensi dan karateristik daerah dan lingkungan

Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karateristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu kurikulum memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

  1.  
    1. Peningkatan Iman dan Takwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun agar sejauh mungkin semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

  1.  
    1. Tuntutan Pembanguna Daerah dan Nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu keduanya harus ditampung seimbang dan saling mengisi.

  1.  
    1. Tuntutan Dunia Kerja

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh karena itu kurikulum memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Untuk membekali kecakapan hidup secara dini SD Ngeri Wates IV membekali siswa dengan pelajaran Bahasa Inggris dan pengembangan diri dengan Teknik Informatika (Komputer). Hal ini sangat penting bagi peserta didik yang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, masyarakat berbasis pengetahuan dimana IPTEK sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan terus menerus melakukan adaptasi dengan perkembangan IPTEK sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan.

  1.  
    1. Dinamika Perkembangan Global

Pendidikan harus menciptakan kemandirian  baik pada individu, maupun bangsa, yang sangat penting dalam dinamika perkembangan global, dimana pasar bebas sangat berpengaruh pada semua aspek kehidupan semua bangsa. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

  1.  
    1. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karateristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang pelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain

BAB II

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

  1. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum SD Negeri Wates IV meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. Disusun berdasarkan mata pelajaran dengan ketentuan.

  1.  
    1. Memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

-         Muatan lokal merupakan kegiatan kurikulum untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.

-         Pengembangan diri bukan merupakan pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan dalam bentuk ekstrakurikuler.

  1.  
    1. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan IPA terpadu dan IPS terpadu.
    2. Pembelajaran kelas I s.d III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan kelas IV s.d VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
    3. Alokasi satu jam pelajaran 35 menit.
    4. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34 – 38 minggu.

  1. Muatan Kurikulum
    1. Kelompok Mata Pelajaran

Struktur Kurikulum SD Negeri Wates IV sesuai dengan Standar Isi yaitu meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut :

1)      Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

2)      Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

3)      Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

4)      Kelompok mata pelajaran estetika.

5)      Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.

  1.  
    1. Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu

      Kurikulum SD Negeri Wates IV memuat mata pelajaran sebagai berikut :

Komponen

Kelas dan alokasi waktu

1* ) Ekuivalen 2 jam

  1.  
    1. Tujuan masing-masing kelompok pelajaran

a.       Agama dan Akhlak mulia

1)      Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak.

2)      Menunjukkan sikap jujur dan adil.

3)      Mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras dan golongan sosial ekonomi dilingkungan sekitar.

4)      Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

5)      Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang sesuai tuntun agamanya.

6)      Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungannya sebagai ciptaan Tuhan.

b.      Kewarganegaraan dan Kepribadian

1)      Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara dan tanah air Indonesia.

2)      Mematuhi aturan – aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan.

3)      Menghargai keragaman agama, budaya, suku, ras dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya.

4)      Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

5)      Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri.

6)      Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya.

7)      Berkomunikasi secara santun.

8)      Menunjukkan kegemaran membaca.

9)      Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang.

10)  Bekerja sama dalam kelompok, tolong menolong dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya.

11)  Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal.

c.       Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

1)      Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang kehidupan sekitar secara logis, kritis dan kreatif.

2)      Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis dan kreatif  dengan bimbingan guru/pendidik.

3)      Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi.

4)      Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

5)      Menunjukkan kemampuan mengenal gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar.

6)      Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis dan berhitung.

7)      Membiasakan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang.

d.      Estetika

Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan  budaya lokal.

e.       Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

1)      Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang.

2)      Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang.

f.        Mulok

1)      Bahasa Jawa

2)      Bahasa Inggris

g.       Pengembangan diri

1)      Pengembangan diri yang berupa bimbingan konseling dan penyaluran bakat, minat melalui kegiatan ekstra kulikuler yang diasuh oleh guru pembimbing.

No

Kegiatan

Hari

Sasaran

1

Baca tulis huruf arab

Senin, Selasa, Rabu

I – II

2

Pramuka

Jumat

III – V

3

Komputer

Jumat, Sabtu

IV – VI

4

Basket

Senin

IV – VI

5

Sepak bola

Rabu

IV – VI

6

Musik / Karawitan

Kamis

III – VI

2)      Program pembiasaan berupa kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan dan keteladanan.

Rutin

Spontan

Keteladanan

o    Upacara

o   Memberi Salam

o   Berpakaian rapi

o    Senam

o   Membuang Sampah pada tempatnya

o   Memberi Pujian

o    Sholat Berjamaah

o   Mencuci Tangan

o   Tepat Waktu

o    Kunjungan ke Perpustakaan

o   Hidup Sederhana

o    Penggunaan Bahasa Jawa

o    Jumat Bersih

  1. Pengaturan Beban Belajar
    1. Sistem yang digunakan

      Beban belajar diatur dengan sistem paket. Sistem ini dalam penyelenggaraannya mewajibkan semua peserta didik mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum. Beban belajar dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran

  1.  
    1. Waktu Tatap Muka

a.       Dalam satu minggu kelas I 26 jam ditambah 3 jam yang dialokasikan untuk muatan lokal dan 1 jam dialokasikan untuk pelajaran inti. Kelas II 27 jam ditambah 3 jam yang dialokasikan untuk muatan lokal. Kelas III 28 jam ditambah 4 jam muatan lokal sedang kelas IV s.d VI 30 jam ditambah 4 jam muatan lokal

b.      1 jam tatap muka = 35 menit.

c.       Jam masuk mulai pukul 07.00 WIB

Beban Tatap Muka Setiap Tahun SDN Wates IV

Satuan Pendidikan

Kelas

Satu Jam Pembelajaran Tatap Muka

Jumlah Jam Pembelajaran Perminggu

Minggu Efektif Pertahun Ajaran

Waktu Pembelajaran Pertahun

Jumlah Jam Pertahun @ 60 Menit

SDN WATES IV

I s/d III

35

Kelas

 I    = 30

II  = 30

III = 32

36

I. 1050 jam = 37.800 mnt

II. 1050 jam = 37.800 mnt

III. 1120 jam = 40.320 mnt

630

630

672

IV s/d VI

35

34

36

1190 jam = 42.840 mnt

714

  1.  
    1. Alokasi Waktu / Penugasan

a.       Terstruktur dan Mandiri

Waktu penugasan terstruktur dan mandiri maksimal 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dengan rincian sebagai berikut :

Mata Pelajaran

Jumlah Jam Tatap Muka

Jumlah Jam Tersrtuktur / Mandiri

1. Pendidikan Agama

3 ( 105 menit )

42 menit

2. Pendidikan Kewarganegaraan

2 ( 70 menit )

28 menit

3. Bahasa Indonesia

5 ( 175 menit )

70 menit

4. Matematika

5 ( 175 menit )

70 menit

5. Ilmu Pengetahuan Alam

4 ( 140 menit )

56 menit

6. Ilmu Pengetahuan Sosial

3 ( 105 menit )

42 menit

7. Seni Budaya dan Keterampilan

4 ( 140 menit )

56 menit

8. Pendidikan Jasmani Olahraga  dan Kesehatan

4 ( 140 menit )

56 menit

b.      Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang telak ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0 – 100%.

Kriteria ideal ketuntasan hasil belajar untuk masing – masing indikator 75%.

Setelah mempertimbangkan kompleksitas standar kompetensi dan kompetensi dasar, tingkat kemampuan rata – rata peserta didik dan kemampuan sumber daya pendukung, dalam penyelenggaraan pembelajaran maka SDN Wates IV menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) sebagai berikut:

No

Mata Pelajaran

Aspek Penilaian

KKM Kelas (%)

c.       Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas untuk SDN Wates IV sebagai berikut :

1.  Kriteria Kenaikan Kelas

a).  Sebanyak – banyaknya terdapat 2 mata pelajaran yang tidak tuntas.

b). Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia minimal masing – masaing  tuntas.

c). Nilai kepribadian minimal baik.

d). Nilai pengembangan diri minimal cukup.

e). Nilai rata –rata semua mata pelajaran minimal 6,0.

f). Memenuhi sekurang –kurangnya 90% kehadiran.

2. Penentuan Kenaikan Kelas

a). Penentuan siswa yang naik kelas dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat kepala sekolah bersama dewan guru dengan mempertimbangkan KKM, sikap/budi pekerti, dan kehadiran siswa yang bersangkutan.

b). Siswa yang dinyatakan naik kelas, rapornya dituliskan naik ke kelas.

c). Siswa yang tidak naik kelas harus mengulang dikelasnya.

f.   Kelulusan

Sesuai dengan ketentuan PP 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar sebagai berikut:      

1.      Kriteria Kelulusan

a.   Menyelesaikan seluruh Program Pembelajaran.

b.  Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

c.   Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu penegetahuan dan teknologi.

d.  Lulus Ujian Nasional.

2.      Penentuan Kelulusan

a.   Penentuan siswa yang lulus dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat kepala sekolah bersama dewan guru dengan mempertimbangkan nilai raport, nilai ujian sekolah, sikap/budi pekerti siswa yang bersangkutan dan memenuhi kriteria kelulusan.

b.  Siswa yang dinyatakan lulus diberi ijazah dan rapor sampai dengan semester II kelas VI Sekolah Dasar.

c.   Siswa yang tidak lulus tidak memperoleh ijazah dan mengulang dikelas terakhir.

d.  Kriteria penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah berdasar Peraturan Pemerintah yang berlaku.

BAB III

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender Pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif  belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

  1. Permulaan Tahun Pelajaran

      Permulaan tahun pelajaran dimulai hari Senin minggu ketiga bulan Juli. Hari – hari pertama

      masuk sekolah berlangsung selama 3 hari dengan pengaturan sebagai berikut :

-         Kelas I melaksanakan masa orientasi sekolah

-         Kelas II s/d VI :  - Mencatat jadwal

                                  - Membentuk regu kerja dll.

B. Minggu Efektif

 Minggu efektif dalam 1 tahun adalah 37 minggu dengan rincian sebagai berikut :

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

2,3

4,2

3

2,3

4,3

2,9

2,7

4

3

3,3

3,2

1,8

minggu

minggu

minggu

minggu

minggu

minggu

minggu

minggu

minggu

minggu

minggu

minggu

C.  Waktu Belajar

Waktu belajar SD Negeri Wates IV menggunakan sistem semester. Semester I berlangsung bulan Juli sampai dengan Desember dan Semester II berlangsung bulan Januari sampai Juni.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 hari kerja. Jadwal pelaksanaannya sebagai berikut :

Hari

Waktu Belajar

Senin

07.00 – 11.35

Selasa

07.00 – 11.35

Rabu

07.00 – 11.35

Kamis

07.00 – 11.00

Jumat

07.00 – 11.35

Sabtu

07.00 – 11.35

Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan pada siang dan sore hari.

  1. Libur Sekolah

Libur sekolah adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester. Libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional dan hari besar khusus.

Alokasi waktu minggu efektif, waktu libur dan kegiatan lainnya SD Negeri Wates IV sebagai berikut :

No

Kegiatan

Alokasi Waktu

Keterangan

1

Minggu efektif  belajar

37 minggu

Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif

2

Libur jeda antar semester

2 minggu

Antara semester I dan II

3

Libur akhir tahun pelajaran

2 minggu

Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran

4

Hari libur keagamaan

3 minggu

Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah

5

Hari libur umum/nasional

2 minggu

Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah

6

Hari libur khusus

1 minggu

Disesuaikan kebutuhan

7

Kegiatan khusus sekolah

3 minggu

Digunakan untuk kegiatan program khusus tanpa mengurani hari efektif

Untuk menentukan libur sekolah SD Negeri Wates IV mengambil kebijakan sebagai berikut :

1.      Jeda antar semester 31 Desember 2007 s/d 12 Januari 2008

2.      Libur akhir tahun pelajaran 30 Juni s/d 12 Juli 2008

3.      Hari libur keagamaan

      Libur awal puasa, tanggal 12 s/d 13 September 2007

      Libur akhir puasa, tanggal 6 s/d 12 Oktober 2007

      Libur Hari Raya Idul Fitri, 13 – 14 Oktober 2007

      Libur setelah hari raya, 15 s/d 20 Oktober 2007

4.   Hari libur umum yang ditentukan Pemerintah

Tahun Baru

HUT RI

Idul Adha

Hari Raya Natal

Tahun Baru Masehi

Tahun Baru Hijriah

Tahun Baru Imlek

Hari Raya Nyepi

Libur Maulud Nabi

Libur Wafat Isa Al-Masih

Kenaikan Isa Al-Masih

Hari Raya Waisak       

Ø      tanggal 11 Agustus 2007

Ø      tanggal 17 Agustus 2007

Ø      tanggal 20 Desember 2007

Ø      tanggal 25 Desember 2007

Ø      tanggal 1 Januari 2008

Ø      tanggal 9 Januari 2008

Ø      tanggal 7 Februari 2008

Ø      tanggal 8 Maret 2008

Ø      tanggal 20 Maret 2008

Ø      tanggal 26 Maret 2008

Ø      tanggal 6 Mei 2008

Ø      tanggal 21 Mei 2008

  5.  Libur Khusus

HUT PGRI

Cuti Bersama

Ø      tanggal 25 November 2007

Ø      ditentukan kemudian oleh Pemerintah

6.      Kegiatan Sekolah

No

Bulan

Kegiatan

Penanggung Jawab

1

Juli

Ø      PSB

Ø      Menyusun program dan melaksanakan pembelajaran

Kepala Sekolah

2

Agustus

Ø      Melaksanakan Pembelajaran

Ø      Melaksanakan HUT Pramuka dan kegiatannya

Ø      Melaksanakan HUT RI dan kegiatannya

Kepala Sekolah

No

Bulan

Kegiatan

Penanggung Jawab

BAB IV

SILABUS

A.     Pengertian

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapain kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.

B.     Prinsip Pengembangan Silabus

1.      Ilmiah

      Keseluruhan materi pokok dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

2.      Relevan

      Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, sosial emosional, dan spiritual peserta didik.

3.      Sistematis

Komponen – komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencakup kompetensi.

4.      Konsisten

      Adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian.

5.      Memadai

      Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

6.      Aktual dan Kontekstual

Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilain memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dari peristiwa yang terjadi.

7.      Fleksibel

      Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

8.      Menyeluruh

      Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah komponen (kognitif, afektif, psikomotor).

C.     Pengembangan Silabus

Disusun secara mandiri oleh guru yang dilaksanakan pada awal tahun pelajaran dengan rincian tugas sebagai berikut :

1.      Guru kelas membuat silabus semua mata pelajaran sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

2.      Guru mata pelajaran membuat silabus sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

D.    Langkah – langkah Pengembangan Silabus

1.      Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar

      Hal – hal yang perlu diperhatikan :

a.       Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu atau tingkat kesulitan materi. Tidak harus sesuai dengan urutan dalam SI.

b.      Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.

c.       Keterkaitan mengidentifikasi antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.

2.      Mengaktifkan Materi Pokok Pembelajaran

      Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan :

a.       Potensi peserta didik.

b.      Relevansi dengan karateristik daerah.

c.       Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual pserta didik.

d.      Kebermanfaatan bagi peserta didik.

e.       Struktur keilmuan.

f.        Aktualitas, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran.

g.       Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.

h.       Alokasi waktu.

3.      Mengembangkan Kegiatan Pembelajaraan

Pengalaman Pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.

Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :

a.       Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.

b.      Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.

c.       Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.

d.      Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur ciri yang mencerminkan pengetahuan pengalaman belajar siswa yaitu kegiatan siswa dan materi.

4.      Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan pemandu pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karateristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan / atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

5.  Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas proyek dan atau produk, penggunakan portofolio, dan penilaian diri.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistemastis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

  Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian :

a.       Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.

b.      Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.

c.       Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisi untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.

d.      Hasil penelitian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program  remidi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya dibawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.

e.       Sistem Penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

6.  Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran tiap minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

7.      Penentuan Sumber Belajar

Sumber belajar adalah rujukan obyek/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial dan budaya.

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

E.     Silabus Tiap Mata Pelajaran (terlampir)

BAB V

PENUTUP

Sebagai pedoman guru dalam mencapai tujuan pendidikan di SD Negeri Wates IV maka telah disusun kurikulum yang isinya disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan lingkungan Desa Wates pada khususnya dan Kabupaten Kulon Progo pada umumnya tanpa mengurangi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah ditetapkan Pemerintah. Dengan adanya kurikulum yang dibuat oleh sekolah ini, diharapkan siswa – siswi SD Negeri Wates IV benar – benar dapat berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kami menyadari dalam menyusun kurikulum sekolah ini masih sangat jauh dari harapan. Oleh karena itu, demi kesempurnaan kurikulum dan masa depan siswa – siswi SD Negeri Wates IV Kabupaten Kulon Progo kami mohon saran dan kritik.

Mengetahui

Komite Sekolah

Drs. Ikhsan Ahmad

(ketua)

Mengetahui

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo

Muhammad Mastur, BA

NIP. 130539785

Wates,   Juni 2007

Kepala Sekolah

Dra. Siti Hibanah

NIP.130844055



SARANA PEMBELAJARAN
Desember 7, 2007, 6:39 am
Filed under: Tidak terkategori


ALBUM SEKOLAH
Desember 7, 2007, 6:35 am
Filed under: Tidak terkategori

>Foto Kegiatan Sekolah



KONTAK
Desember 7, 2007, 6:33 am
Filed under: Tidak terkategori

Nama                 : Dra. SITI HIBANAH

Alamat              :  SD NEGERI WATES 4

                              Jalan Stasiun No 4 Wates KP

No Telpon         : 0274773748




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.